Kain NTT Melenggang di Milan Fashion Week SS 2019

Jakarta – Tenun Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini banyak dilirik khalayak ramai. Perancang busana Adinda Moeda pun memanfaatkan acara Milan Fashion Week SS 2019 sebagai ajang untuk mengangkat potensi kain NTT di kancah Internasional.

Adinda tampil pada (21/9), di Principe di Savoia, Piazza Della Repubblica, Milan, Italia. “Kali ini saya membawakan tenun Sumba Timur, yang dikemas dalam bentuk busana ready to wear,” kata Adinda dalam siaran pers yang diterima Investor Daily di Jakarta, Kamis (4/10).

Rancangan sederhana berupa busana siap pakai (ready to wear) dipilih karena mempertimbangkan biaya produksi dan harga dari kain NTT. “Karena untuk masuk ke pasar kita harus bisa membandingan dengan pesaing – pesaing kita,” ujar Adinda.

Koleksi yang ditampilkan berupa aneka motif tenun yang tidak terlalu ramai namun menarik. Permainan warna terentang mulai warna kuning, jingga, merah, khaki, dan hitam.

Harga produk yang Adinda kemas berkisar antara Rp. 500 ribu-2 juta dengan target usia 16 – 45 tahun. “Desain yang saya buat berupa look jumpsuit dan dua pieces produk yang dapat dijual terpisah,” katanya menambahkan.

Adinda menceritakan, keterlibatannya di Milan Fashion Week tak lepas dari peran perancang busana Yurita Puji sebagai produser peragaan ini. “Peluang dapat masuk di Milan Fashion Week SS 2019 kali ini menjadi pengalaman tersendiri bagi saya, dari mulai persiapan dan kedisiplinan kerja bersama orang asing. Pengalaman berharga ini dibagikan oleh Yurita Puji sebagai produser yang memberikan motivasi kepada saya untuk menampilkan koleksi dari butik saya,” katanya lagi.

Adinda bercerita, merancang bermula dari hobinya mengoleksi kain NTT. “Saya melihat bukan hanya potensi besar bisnis namun juga manfaat yang akan dirasakan pengrajin/ penenun daerah asal saya belum lagi melestarikan warisan leluhur,” katanya tentang awal ia memulai menggunakan kain tenun.